Kekasih,
Bahagiamu adalah bahagiaku..
Tapi terkadang peluhmu bukan peluhku, karena engkau enggan berbagi padaku.
Betapa tulus berpuluh-puluh tahun membersamai.
Bukan, maumu dan ku bukan hanya di sini, di tempat fana ini.
Tapi katamu sampai ke Jannah-Nya nanti.
Kekasih, tulusmu, sabarmu, sungguh memancarkan energi yang tak pernah kutemui dimanapun itu.
"Tetap jadi anak shalihah ya dek", begitu nasihatmu ma, tiap aku meminta do'a.
"Sukses dunia akhirat ya dek", pinta ayah yang berbisik menelisik.
Betapa Allah Maha Baik, menganugerahkan dua malaikat tak bersayap ini.
Terima kasih, Kekasih..
Maafku yang belum bisa berbakti padamu,
Do'aku selalu di ba'da shalat, "Semoga Allah mengampunimu, dan mengasihimu sebagaimana kau mengasihiku hingga saat ini.."
Allahu yubarik fiikum..
_________
Segores pesan yang selalu terngiang..
"Jika sudah masanya nanti, jatuhkan pilihan pada yang shalih, yang bisa menjadi nahkoda untuk membersamai mengarungi bahtera sampai ke Surga."
_________
Sani Amaliah
Cimahi, 8 Agustus 2017
Pukul 00.48 WIB

0 komentar:
Posting Komentar